Perusahaan ini terdaftar sebagai Free Member. Hindari melakukan pembayaran sebelum bertemu penjual atau melihat barang secara langsung. COD (Cash On Delivery) atau bertemu langsung dengan penjual merupakan metode transaksi aman yang kami sarankan.
Prosedur Kerja Pemeriksaan Dan Pengujian Bejana Ukur Metode Gravimetrik
a. Maksud dan Tujuan Bejana Ukur adalah salah satu alat ukur volume yang dikategorikan sebagai alat standar dan digunakan sebagai pembanding dalam pelaksanaan pengujian alat ukur volume lainnya. Bejana Ukur kapasitas kecil diuji dengan metode gravimetrik. OIML dan ISO merekomendasikan metode gravimetrik ini untuk digunakan dalam pelaksanaan pengujian yang memerlukan tingkat ketelitian pengukuran yang tinggi. Tulisan ini menguraikan tentang prosedur kerja pengujian Bejana Ukur kapasitas kecil dengan metode gravimetrik dimana timbangan yang digunakan adalah neraca.
b. Ruang Lingkup dan Rentang Ukur Bejana Ukur kapasitas kecil yang dimaksud adalah Bejana Ukur dengan kapasitas lebih kecil atau sama dengan 20 liter dan terbuat dari bahan yang telah diketahui koefisien muai kubiknya.
c. Ketelitian Pengujian Ketidakpastian hasil pengujian dengan prosedur pengujian ini adalah berkisar antara 0,001 % sampai dengan 0,01 %.
d. Prasyarat
1) Sertifikat pengujian anak timbangan standar dan peralatan/perlengkapan uji harus tersedia, masih berlaku dan dijadikan acuan;
2) Peralatan/perlengkapan uji yang digunakan harus berada dalam kondisi baik dan laik pakai serta disesuaikan dengan tingkat ketelitian pengujian yang diharapkan;
3) Pelaksana pengujian harus memahami dan menguasai:
a) metode pembacaan meniskus;
b) metode pembacaan nonius;
c) petunjuk penggunaan bejana; dan
d) petunjuk perhitungan massa jenis air suling.
Standar Acuan
a. International Recommendation OIML R 120 tentang “Standard capacity measures for testing systems for liquids other than water”, edisi 1996(E);
b. P4 - OIML Publication tentang “Verification equipment for national Metrology services”, edisi Maret 1986; dan
c. ISO Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement, edisi 1993.
Standar, Peralatan dan Perlengkapan Pengujian
a. Ruang laboratorium yang kondisi lingkungannya cukup stabil.
b. Neraca dengan kapasitas disesuaikan dengan Bejana Ukur yang akan diuji.
c. Anak timbangan standar dan imbuh kelas F1 atau F2 atau M1.
d. Beban untuk tara.
e. Termometer dengan daya baca 0,10 C.
f. Stop watch.
g. Surya kanta ( kaca pembesar ).
h. Landasan bejana ( lengkap dengan waterpass ).
i. Air suling.
j. Cerapan pengujian Bejana Ukur.
k. Pipet.
l. Gelas takar kapasitas 50 mL, 100 mL dan 200 mL dengan kelas ketelitian A.
m. Selang plastik.
n. Gelas takar untuk penyimpanan termometer.
o. Lap dan kertas tisu.
Persiapan Pengujian
a. Persiapan Teknis dan Administratif
1) Pastikan bahwa laboratorium dalam keadaan berfungsi dengan baik untuk melaksanakan pengujian Bejana Ukur
a) kondisi laboratorium cukup stabil terhadap faktor lingkungan; dan
b) penataan peralatan/perlengkapan pengujian yang teratur sehingga tidak akan mengganggu jalannya pelaksanaan pengujian
2) Siapkan dan periksa masa laku sertifikat dari:
a) anak timbangan standar ( termasuk anak timbangan untuk imbuh );
b) termometer;
c) gelas takar; dan
d) neraca.
3) Periksa kondisi peralatan standar dan perlatan bantu, bila diperlukan lakukan penyetelan.
4) Catat/rekam data teknis peralatan standar dan Bejana Ukur yang akan diuji ke dalam cerapan pengujian Bejana Ukur.
5) Isilah Bejana Ukur dengan air suling sampai dengan skala volume nominal.
6) Letakkan semua peralatan standar dan perlengkapan pengujian, serta biarkan untuk jangka waktu tertentu (sekitar 30 menit) sampai keseimbangan suhu tercapai.
b. Penentuan Nilai Skala dan Ketidaktetapan Neraca
1) Kosongkan/tuangkan air dalam Bejana Ukur ke dalam penampung untuk:
a) Bejana Ukur dengan sistem basah pengosongan harus memperhatikan waktu penuangan/waktu tetesannya ( 10 sekon ); dan
b) Bejana Ukur dengan sistim kering setelah pengosongan keringkan dinding bagian dalam Bejana Ukur ( misal : dengan cara di lap ).
2) Tentukan nilai skala dan ketidaktetapan neraca ( mengacu pada prosedur pengujian neraca ) dengan ketentuan:
a) Peletakan muatan
(1) Piring muatan kiri : beban tara.
(2) Piring muatan kanan : bejana kosong dan anak timbangan standar S.
b) Cara pembacaan skala neraca
(1) Pergerakan jarum skala ke arah kanan dari skala tengah neraca memberikan pembacaan skala yang bertanda positif.
(2) Pergerakan jarum skala ke arah kiri dari skala tengah neraca memberikan pembacaan skala yang bertanda negatif.
3) Catat/rekam data pengujian pada cerapan pengujian.
Prosedur Pengujian Bejana Ukur
a. Penimbangan bejana kosong dan anak timbangan standar Ms:
1) Catat data kondisi laboratorium untuk awal pengujian.
2) Isilah Bejana Ukur dengan air suling sampai dengan skala volume nominal.
3) Kosongkan/tuangkan air dalam Bejana Ukur ke dalam penampung untuk:
a) Bejana Ukur dengan sistim basah pengosongan harus memperhatikan waktu penuangan/waktu tetesannya ( 10 sekon ); dan
b) Bejana Ukur dengan sistim kering setelah pengosongan keringkan dinding bagian dalam Bejana Ukur ( misal : dengan cara di lap ).
4) Letakkan bejana kosong dan anak timbangan standar Ms yang sesuai dengan massa air untuk volume nominal bejana pada piring muatan sebelah kanan:
a) anak timbangan standar 5 kg untuk Bejana Ukur 5 liter;
b) anak timbangan standar 10 kg untuk Bejana Ukur 10 liter; dan
c) anak timbangan standar 20 kg untuk Bejana Ukur 20 liter.
5) Lakukan pembacaan titik-titik balik
6) Catat/rekam data pengujian pada cerapan pengujian.
7) Pada keadaan neraca tidak bekerja, kosongkan piring muatan sebelah kanan.
b. Penimbangan Bejana Ukur berisi air suling:
1) Letakkan Bejana Ukur di atas landasannya, isi dengan air suling sampai meniskus tepat pada skala volume nominalnya (penambahan/pengurangan air dilakukan dengan menggunakan pipet) dan bersihkan sisa-sisa air yang masih menempel pada Bejana Ukur tersebut.
2) Letakkan Bejana Ukur yang berisi air suling tersebut pada piring muatan sebelah kanan neraca.
3) Lakukan penimbangan dan tambahkan imbuh Is pada piring muatan sebelah kanan sampai neraca berada pada posisi kurang lebih seimbang lalu kembalikan neraca pada posisi tidak bekerja ( diareatir ).
4) Catat jumlah imbuh Is yang digunakan ke dalam cerapan.
5) Lakukan penimbangan dan baca titik-titik balik serta catat data pengujian pada cerapan.
6) Turunkan daun neraca pada posisi tidak bekerja ( diareatir ), angkat dan letakkan Bejana Ukur dengan hati-hati pada landasan bejana serta simpan kembali imbuh Is yang telah digunakan.
7) Ukur dan catat suhu air dalam bejana.
c. Lakukan langkah angka 5 huruf a dan 5 huruf b secara berturutan sehingga diperoleh 3 seri pengukuran, kemudian diakhiri dengan melakukan langkah angka 5 huruf a kembali
d. Catat data kondisi laboratorium untuk akhir pengujian
e. Pengujian skala Bejana Ukur
1) Letakkan Bejana Ukur di atas landasannya, isi dengan air suling sampai meniskus tepat pada skala minimum Bejana Ukur yang dapat dibaca (penambahan/pengurangan air dilakukan dengan menggunakan pipet) dan bersihkan sisa-sisa air yang masih menempel pada bagian dalam leher bejana
2) Baca dan catat penunjukan skala awal Bejana Ukur s0 ( satuan skala )
3) Tambahkan air suling sampai meniskus tepat pada skala maksimum Bejana Ukur yang dapat dibaca menggunakan gelas takar dengan memperhatikan waktu tetes gelas takar ( 30 sekon )
4) Baca dan catat penunjukan skala akhir Bejana Ukur s1 ( satuan skala )
5) Catat volume penambahan air ∆v ( satuan mL )